Ketua Parlemen Singapura Seah Kian Peng Minta Maaf Usai Tertidur di Sidang

Ketua Parlemen Singapura Seah Kian Peng Minta Maaf Usai Tertidur di Sidang

BERITA360.ID — Ketua Parlemen Singapura Seah Kian Peng menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah video dirinya tertidur saat memimpin sidang beredar luas di media sosial. Insiden yang terekam pada 9 September itu memicu sorotan publik terhadap standar kerja pejabat legislatif negeri jiran, hanya berselang beberapa hari sebelum Seah angkat bicara pada Jumat (18/9/2026).

Seah mengakui kejadian tersebut terjadi setelah sidang berjalan lebih dari empat jam. Ia menyebut kondisi kesehatannya sedang menurun pada hari itu dan telah mengonsumsi obat sebelum memimpin rapat.

"Namun, hal itu tidak membenarkan apa yang terjadi," kata Seah dalam unggahan di akun Facebook pribadinya.

Rekaman 20 Detik yang Memicu Sorotan

Video yang beredar memperlihatkan anggota parlemen Dennis Tan dari Partai Pekerja (WP-Hougang) tengah menyampaikan pidato terkait Rancangan Undang-Undang Otoritas Ilmu Kesehatan (Amandemen) dan Hal-Hal Lainnya.

Setelah Tan mengakhiri pidatonya, sekitar 20 detik berlalu tanpa respons dari kursi pimpinan sidang. Seah baru terlihat terbangun ketika seorang staf parlemen menghampiri dan menyentuhnya.

Rekaman itu kemudian tersebar di berbagai platform media sosial dan memantik diskusi soal disiplin serta profesionalisme pimpinan parlemen.

Seah Akui Seharusnya Skors Sidang Lebih Awal

Dalam pernyataan maafnya, Seah menegaskan insiden tersebut tidak mencerminkan standar yang seharusnya dijaga seorang ketua parlemen. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas kelalaian itu.

Menurut Seah, ia seharusnya mengambil jeda lebih awal alih-alih melanjutkan jalannya sidang dalam kondisi lelah. Ia mengaku biasanya menskors sidang setelah empat hingga enam jam berjalan.

"Saya seharusnya menskors sidang lebih awal untuk beristirahat, bukan terus melanjutkan jalannya sidang," ujarnya.

Jabatan Sejak 2023 dan Komitmen Perbaikan

Seah menjabat sebagai Ketua Parlemen Singapura sejak Agustus 2023. Selama periode itu, ia mengklaim selalu berupaya menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan menjaga standar yang dituntut dari posisinya.

"Saya meminta maaf atas kelalaian ini. Saya akan mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan melakukan langkah-langkah agar hal serupa tidak terulang," tuturnya.

Ia menambahkan tetap berkomitmen penuh menjalankan tugas bagi parlemen dan masyarakat Singapura sebaik mungkin.

Dampak bagi Citra Lembaga Legislatif

Insiden ini menjadi ujian kecil bagi kredibilitas Parlemen Singapura yang selama ini dikenal disiplin dan efisien. Permintaan maaf publik dari kursi pimpinan menunjukkan tekanan transparansi yang makin besar di era media sosial.

Bagi pengamat politik Asia Tenggara, kasus Seah menjadi pengingat bahwa rekaman digital bisa dengan cepat mengubah isu domestik menjadi sorotan regional. Respons cepat lewat pernyataan resmi dinilai menjadi langkah yang lazim diambil pejabat publik di kawasan.

Belum ada informasi lanjutan soal sanksi internal atau evaluasi prosedur sidang dari parlemen Singapura menyusul kejadian tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index