Jam Weker Manual Mampu Tingkatkan Kualitas Tidur dan Kurangi Stres

Jam Weker Manual Mampu Tingkatkan Kualitas Tidur dan Kurangi Stres
Ilustrasi Jam Weker.

JAKARTA - Gawai kini menguasai keseharian masyarakat, mulai dari membangunkan tidur hingga menjadi sarana hiburan sebelum beristirahat. Perangkat elektronik tersebut sering menjadi hal terakhir yang dilihat malam hari dan pertama diraih saat pagi. Namun, tren menjauhkan gawai dari tempat tidur dan beralih ke jam weker klasik mulai diminati kembali.

Para pakar kesehatan menyepakati langkah tersebut karena kebiasaan sederhana ini memberikan beragam kegunaan penting. Perangkat gawai beserta aplikasinya dirancang menahan perhatian pengguna, bukan mendukung istirahat.

Spesialis paru dan ahli kedokteran tidur dr. Emma Lin memaparkan bahwa gawai merangsang kinerja otak di waktu yang kurang tepat.

"Gawai menstimulasi otak ketika seharusnya beristirahat. Jam weker mekanik tidak memancarkan cahaya, tidak memberi godaan, dan tidak ada peringatan, yang membantu otak merasa cukup aman untuk tertidur," jelas dr. Lin.

Paparan cahaya biru dari layar gawai dapat menekan produksi melatonin yang merupakan hormon pengatur ritme sirkadian. Gangguan pelepasan melatonin membuat seseorang kesulitan terlelap. Memeriksa jam pada gawai saat malam hari bahkan cukup untuk membuat otak terbangun sepenuhnya sehingga merusak durasi tidur.

Praktisi kesehatan dan pakar sistem saraf Karen Ann Canham menambahkan bahwa gawai menjadi pemicu stres bawaan melalui notifikasi serta beban kognitif.

"Saat gawai berada di kamar tidur, sistem saraf tetap dalam keadaan siaga. Detak jantung tetap tinggi, dan relaksasi yang sebenarnya tidak terjadi, bahkan jika gawai tidak disentuh," tambah dr. Lin.

Kewaspadaan yang terus menyala tersebut menghambat tubuh memasuki fase tidur dalam. Setelah berhenti mengandalkan alarm gawai, banyak orang merasakan peningkatan kualitas tidur dan suasana hati yang lebih baik saat bangun pagi.

"Pasien yang beralih ke jam weker manual sering kali tertidur lebih cepat, lebih jarang terbangun di malam hari, serta merasa lebih tenang dan segar di pagi hari," kata dr. Lin.

Canham turut mencatat bahwa para kliennya mengalami tidur lebih nyenyak tanpa keinginan langsung memeriksa pesan. Tanpa rangsangan layar gawai, transisi menuju keadaan bangun berjalan lebih alami sehingga emosi pagi hari lebih terkontrol.

"Pasien saya mengatakan bahwa mereka merasa lebih segar dan tidak terlalu terburu-buru. Ini adalah tanda-tanda peningkatan tidur yang memulihkan," ucap dia.

Manfaat terbesar dirasakan oleh penderita insomnia, kecemasan, apnea tidur, gangguan kardiovaskular, serta orang dengan tingkat stres tinggi. Kurang tidur memberikan beban tambahan pada organ vital seperti jantung dan paru-paru.

"Tidur yang baik bukanlah tentang menambahkan lebih banyak teknologi. Ini tentang memberikan tubuh ketenangan yang dibutuhkannya untuk pulih," kata dr. Lin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index