BI Salurkan Bantuan Sarpras Pertanian dan UMKM di NTB, Fokus Desa Berdaya

BI Salurkan Bantuan Sarpras Pertanian dan UMKM di NTB, Fokus Desa Berdaya

BERITA360.ID — Bank Indonesia menyalurkan bantuan sarana prasarana untuk petani dan pelaku UMKM di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Bantuan mencakup mesin pertanian hingga alat pengemasan yang menyasar komoditas pangan dan produk unggulan daerah. Penyaluran dilakukan dalam kerangka Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah.

Bantuan sarpras diserahkan kepada kelompok tani dan UMKM di Lombok Timur, Bima, Sumbawa, serta Lombok dan Sumbawa. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K. Pamungkas menyatakan bantuan ini menjadi aset produktif yang menopang ekonomi desa secara berkelanjutan.

Jenis Bantuan untuk Petani Bawang Putih hingga Kopi

Untuk petani bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, BI menyerahkan hand tractor, cultivator, hand sprayer, mesin pompa air, dan kendaraan roda tiga. Petani bawang merah di Bima menerima mesin pompa air.

Petani hortikultura di Sumbawa mendapatkan hand traktor dan cultivator. Sementara petani kopi di Desa Tepal, Sumbawa, menerima solar dryer dome dan mesin pengering. Mesin pengemasan disalurkan untuk UMKM di Lombok dan Sumbawa.

Pembinaan Desa Wisata Bilebante

BI juga membina Desa Wisata Hijau Bilebante di Kabupaten Lombok Tengah. Kawasan ini memiliki luas area 28.365 km2 dengan jumlah penduduk 4.264 jiwa.

Pembinaan dilakukan melalui pelatihan instalasi air limbah dan bantuan sarpras seperti rumah pohon, jembatan kayu, hingga lapak pedagang. Tujuannya memperkuat daya tarik wisata sekaligus membuka ruang usaha bagi warga setempat.

Kolaborasi Pentahelix Dorong Kemandirian Desa

BI mendorong kolaborasi pentahelix agar hasil pembinaan berkelanjutan. Masyarakat desa dilibatkan langsung dalam penyediaan kebutuhan wisatawan.

Kerja sama juga dijalin dengan badan usaha melalui travel agent untuk paket wisata. Media berperan mempromosikan atraksi desa wisata lewat kanal sosial media.

Pemerintah daerah mendukung melalui Peraturan Gubernur tentang desa wisata. Komunitas lokal terlibat dalam pengelolaan sampah di DWH Bilebante.

Dampak ke Produktivitas dan Pembayaran Digital

Bantuan sarpras menyasar tiga pilar pengembangan: produktivitas, konektivitas, dan nilai tambah ekonomi. Hario menyebut ketiganya menjadi fondasi terwujudnya Desa Berdaya secara berkelanjutan.

Selain alat pertanian dan pengemasan, BI menyiapkan penunjang pembayaran digital di berbagai desa. Program ini menyasar desa yang masuk dalam PI-KEKDA.

"Sarpras yang diberikan menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Hario dalam konferensi pers KKSK, dikutip Rabu (16/9/2026).

Penyaluran bantuan menyasar komoditas pangan dan produk unggulan daerah. Desa wisata menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dalam program ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index