Natuna D-Alpha Punya Gas 46 TCF, Nations Petroleum Menang Lelang

Natuna D-Alpha Punya Gas 46 TCF, Nations Petroleum Menang Lelang

BERITA360.ID — PT Nations Petroleum resmi menang lelang Blok Natuna D-Alpha dengan komitmen pasti US$103,3 juta dan bonus tanda tangan US$200 ribu. Kemenangan ini mengejutkan karena KUFPEC, BUMN migas Kuwait, sudah menyelesaikan joint study di blok yang sama sejak 2025. Blok ini menyimpan potensi gas hingga 46 Triliun Cubic Feet (TCF) yang belum tergarap oleh raksasa energi dunia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan Nations Petroleum sebagai pemenang lelang Blok Natuna D-Alpha melalui mekanisme penawaran langsung. Perusahaan itu merupakan anak usaha Arsari Group, konglomerasi yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.

Mekanisme penawaran langsung memberi ruang bagi calon investor untuk menyampaikan minat pada wilayah tertentu yang dinilai punya potensi migas. Pemerintah lalu mengevaluasi minat tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski namanya penawaran langsung, wilayah kerja migas tidak diberikan cuma-cuma. Calon kontraktor tetap wajib lolos persyaratan administratif, teknis, finansial, dan komitmen eksplorasi yang ditetapkan pemerintah.

Komitmen Eksplorasi Nations Petroleum

Nations Petroleum menawarkan paket komitmen yang cukup rinci. Selain bonus tanda tangan US$200 ribu, perusahaan menyanggupi komitmen pasti senilai US$103.309.000 untuk rangkaian kegiatan eksplorasi.

Kegiatan itu mencakup tiga paket G&G Study, akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 591 km2, satu Pilot Unit Design and Engineering, serta tiga paket CO2 Integrated Study. Ada pula satu Manufacturing, Procurement and Construction, dua paket EPC Design Cost, satu sumur appraisal, satu sumur eksplorasi, satu paket operation, dan Multi-Mode Testing and Monitoring.

Jejak KUFPEC yang Kalah di Natuna D-Alpha

KUFPEC sebenarnya sudah lebih dulu masuk ke Natuna D-Alpha. Pada Mei 2025, perusahaan milik Kuwait itu menyatakan telah menyelesaikan joint study di blok tersebut.

"Ya kami telah selesaikan Joint Study di Natuna D-Alpha," kata Sara di sela konferensi pers POD Blok Anambas, Kamis (15/5).

Sara saat itu menyebut KUFPEC mengambil kesempatan emas untuk terlibat dalam pengelolaan cadangan migas Natuna. Dia meyakini hasil joint study yang positif akan memberi KUFPEC proyek gas raksasa di Indonesia.

"Ini adalah peluang besar di ladang gas terbesar di Indonesia," ujar Sara.

Pemerintah bahkan sempat menyodorkan sejumlah nama besar untuk bergabung dengan KUFPEC, termasuk Shell hingga Pertamina. Namun setelah lama tak terdengar kabarnya, Nations Petroleum yang justru muncul sebagai operator.

Tantangan Besar di Ladang Gas Terbesar

Natuna D-Alpha diperkirakan menyimpan potensi gas mencapai 46 TCF. Angka itu menjadikannya salah satu ladang gas terbesar di Indonesia, tetapi juga dikenal sulit dikembangkan.

Nama-nama raksasa seperti ExxonMobil, PTT EP, hingga Pertamina tercatat tidak kunjung bisa menggarap gas di sana. Nations Petroleum kini menanggung ekspektasi besar untuk membuktikan blok ini bisa berproduksi.

Dalam situs resmi Arsari Group, Nations Petroleum menyatakan komitmennya berinvestasi pada teknologi ekstraksi dan pemulihan terbaru. Tujuannya memaksimalkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya, dan berkontribusi pada masa depan energi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat, kelanjutan proyek Natuna D-Alpha menentukan apakah potensi gas 46 TCF bisa menjadi pasokan energi domestik atau justru kembali mangkrak seperti era ExxonMobil dan Pertamina. Pemerintah juga masih menunggu realisasi komitmen eksplorasi senilai US$103,3 juta yang menjadi syarat kemenangan Nations Petroleum.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index