BERITA360.ID — Seorang pengendara sepeda motor mengalami patah tulang kaki kanan setelah minibus Suzuki Ertiga menabraknya di jalur wisata Lingkungan Pesanggrahan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Kecelakaan diduga dipicu sopir minibus yang kehilangan kesadaran akibat mabuk minuman keras.
Kecelakaan terjadi saat minibus melaju dari arah Pecalukan menuju Jawi. Menurut keterangan warga di lokasi, pengemudi minibus diduga dalam kondisi hilang kesadaran akibat mabuk minuman keras.
Insiden berlangsung di kawasan lereng Pegunungan Arjuno. Sopir tidak mampu menguasai kemudi hingga mobil oleng terlalu melenceng ke kanan jalan.
Benturan dengan Honda Beat dari Arah Berlawanan
Pada saat bersamaan, melaju Honda Beat berplat nomor N 3680 TDI dari arah berlawanan. Motor tersebut dikendarai Maudil Rama Dika (25), warga Kelurahan Prigen.
Benturan keras tak terhindarkan. Bagian depan motor korban hancur akibat tabrakan tersebut.
"Sopir minibus diduga dalam kondisi mabuk berat setelah pesta miras. Mobilnya melaju dari arah timur ke barat lalu makan jalan ke kanan hingga menabrak pemotor dari arah berlawanan," ungkap saksi mata di lokasi, Sulton, Rabu (16/9/2026).
Korban Terpental ke Bahu Jalan
Akibat benturan, korban terpental ke bahu jalan kawasan wisata Tretes. Warga yang berada di lokasi langsung berhamburan memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.
Pengendara sepeda motor mengalami patah tulang pada kaki kanan. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.
Jalur Wisata Tretes Rawan Kecelakaan
Jalur wisata Tretes dikenal memiliki kontur menanjak dan berkelok karena berada di kawasan lereng Pegunungan Arjuno. Kondisi jalan yang menurun tajam kerap menyulitkan pengemudi, terutama yang tidak menguasai medan.
Kasus ini menambah daftar kecelakaan di jalur wisata tersebut. Pengemudi yang berada di bawah pengaruh minuman keras menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai status sopir minibus maupun proses hukum yang akan dijalankan.