Kylian Mbappe Tinggalkan Nike, Gabung On dengan Status Pemilik Saham

Kylian Mbappe Tinggalkan Nike, Gabung On dengan Status Pemilik Saham

BERITA360.ID — Kylian Mbappe resmi mengakhiri kerja sama hampir 20 tahun dengan Nike dan bergabung dengan brand sportswear asal Swiss, On. Penyerang Real Madrid itu tidak sekadar menjadi wajah baru, melainkan mendapat kepemilikan saham di perusahaan tersebut sekaligus terlibat langsung dalam pengembangan produk sepak bola mereka.

Kepindahan Mbappe bukan transfer endorsement biasa. Menurut laporan The Athletic, ia menerima kepemilikan saham di On dan akan terlibat dalam penciptaan serta pengujian produk sepak bola perusahaan tersebut.

Bukan Sekadar Bayar untuk Pakai Logo

On tidak merekrut Mbappe hanya untuk memakai logo mereka di lapangan. Perusahaan itu mengajaknya ikut membangun operasi sepak bola dari nol.

"Dari awal, yang menarik saya ke On adalah kesempatan membangun sesuatu yang benar-benar baru bersama-sama, yang akan membantu membentuk permainan masa depan," kata Mbappe dalam pernyataannya, dikutip ESPN.

Detail finansial kesepakatan ini tidak dipublikasikan. Namun strukturnya menunjukkan mengapa kerja sama ini berbeda dari kontrak sponsor biasa.

Nike Kehilangan Wajah yang Dibesarkan Sejak Usia 9 Tahun

Nike mulai mensponsori Mbappe pada 2006, saat usianya baru sembilan tahun. Kemitraan itu mengantarnya dari masa kanak-kanak hingga ke level tertinggi sepak bola dunia.

Nike menempatkan Mbappe sejajar dengan Cristiano Ronaldo dan Erling Haaland sebagai salah satu pemain terpenting mereka. Perusahaan itu pun mengakui sejarah panjang tersebut setelah sang pemain memutuskan pergi.

"Perjalanan Kylian bersama Nike dimulai saat ia berusia sembilan tahun. Selama hampir dua dekade, kami berbagi momen-momen yang membentuk permainan ini," ujar Nike kepada The Athletic.

Pernyataan itu menggambarkan apa yang ditinggalkan Mbappe. Nike menawarkan familiaritas, prestise, dan hubungan yang mencakup hampir seluruh hidupnya.

On Tawarkan Ruang untuk Ikut Menentukan Arah

Pendiri sekaligus co-CEO On, David Allemann, tidak ingin perusahaannya meniru brand yang sudah menguasai pasar sepak bola. Ia menegaskan sepak bola butuh ide-ide baru dan tantangan terhadap apa yang selama ini dianggap mungkin.

Pendekatan itu menjelaskan mengapa On membidik Mbappe. Perusahaan tidak bisa memasarkan diri sebagai alternatif segar jika memperlakukan atlet utamanya sama seperti brand mapan lainnya.

On sebelumnya menerapkan strategi serupa di tenis. Roger Federer bergabung sebagai investor pada 2019, sementara Iga Swiatek dan Ben Shelton menjadi representasi dari daftar atlet mereka yang relatif kecil.

Shelton pernah menjelaskan daya tarik struktur tersebut. "Saya tidak ingin menjadi salah satu dari 50 orang Nike," katanya pada 2024.

Thierry Henry Jadi Kunci di Balik Kesepakatan

Thierry Henry turut memperkuat tawaran On. Mantan penyerang Prancis dan Arsenal itu telah bekerja sebagai direktur sepak bola On sejak 2025 dan membantu meyakinkan Mbappe setelah kontraknya dengan Nike berakhir.

"Membangun sesuatu yang baru di sepak bola membutuhkan pendekatan yang berani dan orisinal," kata Henry. "Kami ingin mendengarkan pemain, memahami apa yang mereka butuhkan, dan menciptakan sesuatu yang benar-benar bisa menambah nilai bagi permainan."

Kehadiran Henry memberi Mbappe sosok mantan pemain elite yang bisa diajak berkomunikasi selama proses pengembangan produk.

Sepatu Baru dan Ambisi Besar On

On berencana memasarkan sepatu sepak bola premium mereka ke konsumen pada 2027. Mbappe sendiri bisa mengenakan produk baru itu di lapangan dalam beberapa pekan ke depan.

Pemain Barcelona dan Swiss, Sydney Schertenleib, juga akan membantu pengembangan setelah memperluas kemitraannya dengan perusahaan. Ia mengaku belum pernah merasakan sensasi bola seperti saat menguji produk On.

Sepatu tersebut tetap harus membuktikan diri ketika pemain dan konsumen bisa menilainya. Merekrut Mbappe saja tidak menjamin On mampu menantang perusahaan yang jauh lebih berpengalaman di sepak bola.

Namun On sudah memberi alasan bagi orang untuk memperhatikan. Mbappe bisa saja pindah dari Nike ke raksasa sportswear lain yang sudah dikenal. Ia justru memilih perusahaan yang baru pertama kali masuk ke sepak bola karena menawarkan pengaruh dan kepemilikan.

Pilihan itu mencerminkan pergeseran dalam kemitraan atlet modern. Eksposur tetap penting, begitu pula jaminan uang. Tapi atlet paling berpengaruh kini bisa meminta lebih dari sekadar kampanye, produk tanda tangan, atau cek.

Mereka bisa meminta kursi di meja pengambilan keputusan. Mbappe menghabiskan hampir dua dekade membantu Nike menjual visinya. Bersama On, ia punya kesempatan ikut membentuk visi itu sendiri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index